Showing posts with label SENJATA. Show all posts
Showing posts with label SENJATA. Show all posts

Monday, August 11, 2014

POLICE OLDER WEAPONS CREDITS

SKS is a semi-automatic rifle manufactured in Russia in 1945, the designer of this weapon is Gavrilovich Sergei Simonov, this gun is made with a reason to change their weapons in the SVT-40 temukn many shortcomings bobotny weight and length to the beat of a weapon in a shot if large enough , when the credits on the trial results are better than the SVT-40, 1949 at padah start mass production by the Tula Armony company from 1949 until 1955 this became the standard weapon weapons russian soldiers together with the legendary AK-47 weapons, but at the in 1956 this weapon to stop production because of competition with Ak-47 weapons.

 SKS caliber using caliber 7.62 x 39 mm with a weight of 3.85 kg, length 1,021 mm weapon itself and the barrel length of 521 mm, butt still use wood and can not be folded, bullet velocity reaches 735 m / s, the effective range can reaches 400 m, the mechanism of this weapon uses a gas piston, 10-point ammunition, tools bidiknya msaih using pole buds. Many countries make this weapon like Y


ugoslavia / Serbia (Zaztava M59 / 66), China (Norinco Type 56 "SKS"), North Korea (Type 63).


In Indonesia this weapon much in use by the police SKS type-M59, and is still in use plus a large budget to hold weapons use this older weapon in the police force become unreasonable, the advantage of this weapon is not easily jammed solid accuracy, lack the weight and size of weapons that do not conform to the body Indonesian people. 

Thursday, August 7, 2014

AK-47 WEAPONS A MILLION PEOPLE

In 1947 could also be said the year of birth in arms million people are none other than the AK-47 assault rifles, at the birth of this weapon to appear first on the idea by Mikhail Kalashnikov (AK-47 makers) who was born in the year 10 November 1919 in the village Kurya, the Soviet Union. at the age of 19 years, has been conscripted to join the 24th tank regiment, circa 1941, Mikhail Kalashnikov engaged in a fierce battle in the Bryansk, Kalashnikov was badly injured and had to be hospitalized, at the time in the hospital that sparked an idea to create a a sub-machine gun.

 Prior to actively use an AK-47 following a rigorous selection with the weapon models M1943, which finally won by Mikhail Kalashnikov in because the M1943 prototype testing at the time in the weight is too heavy weapons.

In the design of an AK-47 use the simple design, and complications of the various elements of automatic weapons and assault rifles, wearing a bullet caliber for common uses 7,62x39 mm.sebagai using gas propulsion, the gas can be recycled into bullets berikutya piston filling separately on the same principle, with less machine guns.

The initial purpose of the AK-47 design made simple is to facilitate this weapon is made in bulk, and use of weapons by mudat and not complicated, even civilians were easily learn to use this weapon, advantages of this weapon a lot of examples when in battle in the mud terandam can still be used in the guarantee is not bad, not complicated to pembersihanya preformance even one minute had bs sleek, the weakness of this weapon at the beginning of making the butts can not be folded, weights pretty heavy weapons. 

With low production rates is not surprising that these weapons became the most popular weapon in the universe, from the army to the government official in rebel hands, to do combat experience in tanyak again from revolution to coup dry desert kerongtang approximately equal in natural tropical climates have this weapon .

This weapon early entry TNI Indonesia has become a mainstay at the time of surgery contohny lotus in the East-East now turned into Leste East until Gam Operations in Aceh remains a mainstay of the military and national police even Gam plus Rival military policemen use this weapon as their weapon.


Friday, August 1, 2014

CIS 50MG PENGHANCUR BETON

Dalam sebuah penyerangan,prajurit dengan spesifikasi pasukan khusus mesti mendapat dukungan tembakan yang cukup,tidak hanya menggunakan sms kaliber 7,62 mm seperti M-60 dan FN GPMG apabila lawan yang di hadapi menggunakan persenjataan berat,dalam unit khusu pasukan khusus di wajibkan senapan mesin berat untuk membobol pertahanan lawan,bahkan smb ini di sinyalir mampu menghadapi pesawat dan helikopter yang sedang terbang rendah.

Bergam tipe SMB kaliber 12,7 mm yang di miliki TNI mulai dari SMB veteran DSHK-38 Bauatan Uni soviet sekarang berubah menjadi rusia,Browning M2HB, dan CIS 50MG buatan Singapura, Sejak awal tahun 2000 CIS 50MG di rancang oleh  milietr Singapura untuk menggatikan Browning M2HB yang sudah mulai menua,pada wala pembuatan pada tahun 1988 dan sejak tahun 2000 di akusisi oleh ST (Singapore Technologies) Kinetics.

Desain CIS 50MG mempunyai keunikan dari pada DShk-38 dan M2HB dimana SMB ini menggunakan gas piston ganda dengan posisi dua tabung yang masing-masing berada disisi laras,dual sistem sabuk amunisi, yang artinya bisa menampung amunisi dua box langsung dan memunrahkan secara standart dan simultan,daya gempur SMB ini sangat dashyat muntahan peluru ke target bisa lebih banyak tampa khawatir untuk melakukan reload,untuk box sendiri berisi 100 amunisi sedangkan senjata dapat menampung 2 box dapat di bayangkan dari kedasyatan senjata ini, Pada umumnya Umumnya jenis amunisi yang diandalkan adalah jenis munisi pembakar, penembus lapis baja hingga tracer.


Merujuk ke spesifikasinya SMB ini dengan berat total 30 Kg di tambah berat laras 13 Kg dengan kemampuan memuntahkan 400 – 600 proyektil dalam satu menit,kecapatan proyektilnya bisa ,mencapai 890 meter perdetik,jarak tembak  2.00-6.765 meter,jarak tembak yang efektif 2.000 meter.



Masukny senjata ini kejajaran TNI di perkirakan di tahun 2002,senjata ini dapat pula di psang pada kendaraan taktis seperti anoa dll,bahkan PT pindak sudah membuat senjata ini dengan membeli lisensinya.sehingga apabila terjadi pertempuran tidak perlu memikirkan di embargo oleh negara lain.

Kaliber                        : 12,7 x 90 mm
Kecepatan proyektil     : 890 meter/detik
Berat total                    : 30 kg
Berat laras                   : 13 kg
Jarak tembak efektif     : 6.765 meter
Jarak tembak efektif     : 2.000 meter
Panjang Total              : 1,654 meter


MAUSER SENJATA LAWAS POLRI

Senjata mauser di buat oleh perusahan dari Jerman pada tahun 1870 untuk angkatan bersenjata jerman,pada akhir abad 19 sampai awal abad 20 sudah dapat di ekspor baik untuk kalangan militer dan sipil,sekitar tahun 1995 mauser menjadi anak perusahaan Rheinmental sampai tahun 1999 bercerai dengan Rheimental tapi tetap memproduksi senjata.

Pembuatan senjata berdasarkan pengembangan dari senjata Chassepot yang di kembangkan kakak-beradik Wilhelm dan Paul Mauser,pada tahun 1987 mauser memodifikasi di karenakan kalah pada senapan chassepot,kemudian menjadi senapan standart angkatan darat jerman.

Senapan ini menggunkan popor dari kayu dengan kaliber 11x60 mm dengan panjang laras sekitar 850 mm,kelemahan senjata ini tolak senjata pada saat di tembakan begitu besar sehingga membuat penggunanya terluka pada pipinya dan juga senjata ini bukan semi otomatis.

Seharusnya senjata ini sudah digudangkan dan ada dalam museum tapi kenyataan di lapangan senjata ini masih di gunakan oleh POLRI,sehingga apabila di gunakan dalam penegakkan hukum akan terasa kurang efektif.

SPAS-12 KOPASUS

Senjata ini termasuk dalam jenis senjata semi otomatis, yang banyak di gunakan dalam kalangan militer dan polisi,dalam aksinya senjata ini di gunakan untuk pertempuran kota dalam operasi khusus seperti penangkapan teroris,di indonesia senjata ini di gunakan oleh kopasus.





SPAS-12 di rancang pada tahun 1970  oleh perusahaan Italia Luigi FranchiSpa,di produksi sampai dengan akhir tahun 2000,Sejak kelahiran  SPAS-12 diperkenalkan menjadi sangat populer di kalangan polisi dikarenakan penggunaan yang simpel, serbaguna, handal dan dari pada senjata lain Di sisi lain, kekurangan atau kelemahan dari senjata ini adalah dari sisi beratnya tang berat dan harganya yang lumayan mahal sekitar $ 1.500,00 USD sehingga membuat perkembangan senjata ini tidak begitu banyak di dunia.

 

Banyak varian dalam jenis senjata ini baik  versi sipil dan militer,versi yang pertama SPAS-12 dengan popor dari dengan grip standart kemudian dikembangkan dalam versi lipat, Modus tembak diaktifkan dengan menekan tombol di bawah foregrip dan geser foregrip sedikit maju atau mundur hingga terkunci pada posisinya ini termasuk dalam tradisional dalam sistem pengoprasianya, SPAS-12 bisa dilengkapi dengan buttstock logam dicap yang lipatan ke atas dan dengan pegangan pistol yang terbuat dari plastic. lubang silinder dengan sekrup-pada perangkat moncong dengan pos depan dan kedudukan terbuka pemandangan belakang,amunisi bisa memuat 8 amunisi dengan panjang 1.041 mm berat kosong 4,4 kg.




Jenis: selektif pompa-tindakan atau gas dioperasikan 
Gauge: 12 
Kamar: 2 3/4 "(70 mm) 
Panjang: 1.041 mm 
Barrel panjang: 546 mm. 
Berat 4,4 kg 
Kapasitas: 8 putaran di majalah tabung underbarrel

Thursday, July 31, 2014

SS-1 CIKAL BAKAL KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA

Banyak negara lain mengatakan bangsa indonesia tidak bisa berbuat banyak dalam hal industri pertahanan dengan adanya PT Pindad selaku perusahaan yang fokus pada industri pertahanan membuat negara lain takjub,PT pindad sudah banyak menghasilkan berbagai  jenis senjata salah satuny senjata serbu 1 V1 atau lebih terkenalnya SS1 V1 dan V2 khusus polri.


SS1 di golongkan senjata serbu yang di pakai sebagai senjata standart bagi Tni maupun polri ,terciptanya SS1 berawal dari keperihatinan pemerintah dengan  melihat persenjataan tni dan polri banyak di dominasi dari pihak asing,sehinggal muncul ide untuk membuat senjata tersebut dengan jalan bekerja sama dengan negara lain dengan cara membeli lisensi atau transfer teknology  yang negara indonesia di wakili PT Pindad negara belgia di wakili Fabrique Nationale (FN).

Material yang di gunakan SS1 menggunakan baja yang ringan serta magazine mudah di bongkar,dan magazine menggunakan 2 bahan , bahan plastik dan bahan dari baja,untuk poporny sudah di lipat tentunya juga ukuran senjata di sesuaikan dengan tubuh orang indonesia,bongkar pasang utnuk membersihkan senjata semudah membalikan telapak tangan.

Pengalaman tempur yang di alami senjata ini sudah teruji,ingat pemberontakan Gam di aceh,dalam menumpas GAM TNI polri  sudah menggunakan senjata ini namun sayangnya banyak kekurangan dari senjata ini tingkat akurasiny berkurang setelah menghabiskan 3 magazine dan apabila laras kedapatan kenak hujan di jamin dan di pastikan akan macet dan perlu juga membersihkan senjata setelah habis di gunakan untuk mengurangi  resiko senjata macet.
Senapan ini menggunakan kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO , beratnya sekitar 4,01 kg untuk berat kosong , ss-1 di produksi  dalam 2 konvigurasi utama senapan standart dan karabin pendek  kedua varian di atas mnggunakan laras yang berisi pelintiran tembakan tangan kanan sepanjang 178 mm.




Tipe                                 : senapan serbu
Negara                             : Indonesia
Tahun pembuatan           : 1991
Pengguna                         : indonesia
Berat                                : 4,01 kg
Panjang                            : 997 mm

Wednesday, July 30, 2014

STEN GUN SENJATA PEMBUNUH NAZI

Senjata yang lahir pada tahun 1940 dan di gunakan secara luas oleh negara ingriss dan sekutunya,dengan biaya yang rendah desain yang sederhana dan mudah di gunakan maka tidak heran jika menjadi senjata andalan bagi angkatan bersenjata inggris.
Sten gun termasuk dalam jenis senapan mesin ringan dengan kaliber 9 mm untuk nama sten sendiri singkatan dari desainer kepala senjata yaitu mayor reginald V s hepherd dan harold t urpin,tingkat produksi sudah mencapai 4 juta sten dalam berbagai versi.
Awal kemunculan senjata ini di pengaruhi saat inggris terlibat dalam perang Battle of britanian untuk menghadapi serangan jerman yang banyak menggunakan senjata serbu yang lebih baik dari inggris.
Sten gun mengunakan campuran logam, pengelasan kecil,mesin dan manufaktur bahkan senjata ini Cuma di butuhkan 5 orang untuk membuatnya,versi termurah di buat hanya 47 bagian yang berbeda model yang paling dasar adalah Mark I dan versi terakhir mark II.
Dalam perkembanganya sten mengalami perbaikan desain dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan dan kekurngan yang ada di sten gun misalnya yang mengalami perbaikan pada mark 4 memiringkan menangani dan lubang yang sesuai dibor di penerima diciptakan untuk mengunci baut dalam posisi tertutup untuk mengurangi kemungkinan pembuangan disengaja melekat dalam desain,secara umum senjata lumayan baik meskipun selama perang begitu banyak kendala di hadapi prajurt pada saat menggunakanya, produksi sten gun sampai tahun 1953 di gantikan oleh senapan mesin ringan sterling.
Sistem pengoprasian sten gun dengan menembak dari baut terbuka dengan pin tetap di muka baut,dalam sistem penembakan tidak ada mekanisme pennguncian sungsang,gerakn baut di sebabkan oleh inplus yang takut di tangakp oleh Inersi Baut dan dorongan utama,dan sangat cocok utnuk pertempuran jarak dekat dan tingkat akurasinya tidak begitu baik,jakaunya Cuma 100 m, tp tidak menjadi masalh karena kecepatan senjata ini untuk memuntahkan perluru sudah lebih dari cukup.
Perawatan senjata ini cukup rumit dan sulit sehingga para prajurit di beri perhatian khusus tengtang bagaimana merawat persenjataan.
Dalam perkembanganya sten gun menghasilkan 5 varian,varian terakhir tidak di gunkan karena perang dunia sudah berkhir dan pemerintah inggris sudah menghasikn penggati yang lebih baik dari sten gun.
Masukny sten gun ke indonesia di bawa oleh inggris yang pada waktu itu mengawal proses penyerahan dari jepang dan mengembalikan indonesia ke belanda,ketika terjadi pertempuran para pejuang kemerdekaan mengambil sten gun dari inggris.dengan mudahny pengoprasian maka para pejuang mudah untuk mempelajari mempergunakany.bahkan dalam film janur kuning sering di pertontonkan aksi para pejuang melawan penjajah menggunakan sten gun.

Spesifikasi sten gun:
Berat                     : ,2 kg (7,1 lb) (Mk. II)
Panjang                 : 760 mm (30 in)
Barel Panjang        : bre196 mm (7.7 in)
Catridge                : 9x19mm Parabellum
Jarak efektif          : 100 m

LEGENDA SENAPAN MESIN SEDANG M-60 GPMG


Di awal-awal berdirinya angkatan perang bersenjata republik indonesia khusuny di korps kavaleri tidak hanya senjata jenis FN MAG Buatan Belgia,tetapi juga ada SMS senjata mesin ringan GPMG M-60 berkaliber 7,26x51 mm,GPMG(General Purpose Machine Gun) M-60 di buat oleh saco defence,us Ordnance,amerika serikat.
Pada perang Vietnam dimana as ikut dalam perang tersebut m-60 menjadi senjata utama dalam unit pleton dan sampai sekarang pun masih di pakai dalam perang irak dan afganistan.Masukny M-60 sejak tahun 1970 penggunanya TNI AD unit Kavaleri.bahkan alusista buatan indonesia pun di pasang m-60 seperti Panser anoa dan di gunakan sebagai senjata bantuan anti serangan udara.

Pada tahun 1976 dan 1977, saat pertama kali Bronco diterima TNI AU, M-60 banyak berjasa sebagai senjata bantuan tembakan bagi pergerakan pasukan TNI di permukaan. Empat pucuk M-60 yang menempel embedd di Bronco sangat ideal membabat perkubuan Fretilin dalam operasi Seroja di Timor Timur (sekarang Timor Leste)Hebatnya lagi, M-60 awalnya juga menjadi platform senjata standar untuk pesawat anti gerilya TNI AU, OV-10 Bronco, sebelum di upgrade oleh TNI-AU menggunakan SMB (senapan mesin berat) Browning kaliber 12,7 mm. Di tahun 1976 dan 1977.

Selain populer digunakan pada unit infantri dan kavaleri. M-60 juga dibuat dalam desain untuk matra udara. Contohnya M-60C yang digunakan pada helikopter dan pesawat observasi. M-60C mengalami perubahan ekstrim pada sekujur tubuhnya. Heatshield dan popor M-60 dilepas untuk menghemat beban, sementara piston grip dilepas dan digantikan solenoida sebagai pengontrol tembakan dari dalam kokpit. Sistem pasokan peluru juga disediakan dari kontainer yang terpisah dengan senjata. Untuk penggelarannya, biasanya ada empat pucuk M-60C yang digelar untuk memberi efek tambakan yang memadai.

sistem  M-60 beroperasi menggunakan gas operated . efeknya senjata ini dapat memuntahkan hingga 550 peluru per menit, sedangkan kecepatan  peluru bisa mencapai 853 meter per detik. Untuk urusan jarak tembak, M-60 dapat menjangkau target sampai 1.100 meter.cadangan amunisi  menggunakan jenis sabuk. Umumnya personel pengguna M-60 bisa membawa 200 sampai 1.000 peluru, pastinya bergantung pada kekuatan tiap individu personel, mengingat bobot M-60 mencapai 10,6 Kg.

Selain populer di laga peperangan dan menjadi momok yang menakutkan , M-60 juga tersohor saat jadi senjata yang digunakan oleh John Rambo dalam film First Blood (1982). Model gaya menembak terkenal dan menjadi suatu tren dalam peperangan dalam film itu melahirkan istilah Rambo Style, untuk menggambarkan prajurit infantri yang menyelempangkan sabuk peluru 7,62 mm di bahu.

Meski M-60 berjaya di banyak laga layar kaca,tetapi senjata jenis ini lahir dengan segudang masalah  yang terjadi dalam pengoperasiannya. Di medan tropis seperti di Vietnam, wilayah yang lembab, karat dengan cepat mengauskan komponen-komponen penting. Selain itu ada pula masalah pada desain senjata. Walaupun mengaplikasikan kemampuan ganti laras, ternyata rancangan laras pengganti M-60 menyertakan sekaligus tabung dan bipod. Alhasil pembawa laras cadangan harus menderita karena membawa beban yang tidak perlu,masalah  lainnya adalah proses penggantian laras yang tergolong rumit. Personel yang mengganti laras harus menggunakan sarung tangan tebal dari bahan asbes untuk menahan panas, pasalnya di M-60 tidak ada gagang pembawa pada laras. Dalam situasi pertempuran yang sebenarnya, banyak Pasukan  yang kehilangan barang berharga ini, padahal tanpa sarung tangan, mustahil mengganti laras yang panas.

Porsi keterlibatan M-60 Dalam unit infantri kini telah dikurangi,di karenakan begitu banyaknya problem yang ada di senjata M-60, di kelas kaliber 7,62 mm, personel Korps Marinir AS saat ini menggunakan varian FN MAG-58, yakni M240. FN MAG sendiri lebih akrab digunakan oleh personel TNI, bahkan telah diproduksi secara lisensi oleh Pindad. Sementara kiprah M-60 nampaknya belum benar-benar redup, pasalnya satuan kavaleri udara masih mengandalkan M-60C untuk daya tembak yang disebut-sebut sangat akurat dalam platform door gun di helikopter.



Spesifikasi M-60
Kaliber : 7,62 mm
Rata-Rata Tembakan : 550 butir/menit
Kecepatan Peluru : 853 meter/detik
Jarak Tembak Efektif : 1.100 meter
Berat : 10,6 Kg
Panjang : 1,1meter
Panjang Laras : 56 centimeter
Amunisi : Sabuk
Mekanisme : gas operated
Produksi awal : 1957

SENJATA RAMBO DI GUNAKAN TNI AD




Pernah menonton film Rambo jika pernah maka senjata ultimax 100 tidak asing, masuknya senapan mesin ini ke indonesia di perkirakan sejak



awal 90-an dan di gunakan oleh satuan elit TNI yaitu kopasus TNI AD dan satuan intai Amfibi korps marinir, bahkan kopaska juga mengadopsi senjata ini menarik bukan senjata ini  di gunakan oleh 3 satuan elit maka tidak di ragukan lagi senjata ini bisa di bilang dasyat.


Ultimax 100 bukti keberhasilan dari industri pertahanan dari singapura yang bisa membuat sebuah senjata handal dan juga kepiawaian melihat potensi pasar sehingga banyak Negara yang menggunakanya.


 Dengan kehadiran dari Ultimax 100 melengkapi deretan alusita buatan singapura yang di gunakan oleh TNI,sebuat saja CIS 50 MG caliber 12,7 mm dan pelontar garanat Cis AGl 40. Dalam terminology,senjata ini termasuk SAW (Squad Automatic Weapon) Atau kualifikasi SMR (Senapan Mesin Regu), meski menggunakan Kaliber 6,56 mm senjata ini di gunakan untukj dukungan tembakan, ultimax menggunakan system  single feed system yang artinya tidak bisa menggunakan pola sabuk peluru khas Rambo.

Dalam sejarahanya ultimax di rqancang oleh CIS (hartered Industries od Singapore) sejenis BUMN pertahanan di Indonesia.untuk varian sendiri pada versi pertama Sudah di gunakan TNI AD pada tahun 1982.meskipun di katakan SMR tapi senjata ini di buat dengan berat seringan mungkin yang hanya bobotnya 6,8 Kg, sehingga cocok postur tubuh prajuriat di asia, Ultimax menganut sistem constant recoil, senjata ini pun punya akurasi yang jempolan dan terbilang mudah dikendalikan.


Namun, jangan dikira Ultimax sedari lahir sudah sempurna, varian MK.1 yang meluncur pada 1982 hanya dilengkapi laras yang tidak bisa diganti dan mode penembakan hanya semi full auto. Sistem feed peluru pun masih menganut sabuk rantai yang rawan macet. Kelemahan ini baru diperbaiki pada varian MK.3 yang dapat diganti larasnya plus mode penembakan sudah menganut safe semi full auto. Mulai varian MK.3 diperkenalkan Ultimax Para dengan panjang laras hanya 330 mm plus magasin drum yang mengingatkan kita pada senjata-senjata buatan Uni Soviet.



Selain dengan tingkat akurasi yang tinggi ke unggulan lain adalah mampu di tembakkan meskipun senjata sudah bermandikan lumpur. Akurasi pada penembakan semi otomatis juga mampu membuat grouping yang sama dengan senapan serbusehingga member kenyamanan dan meningkatkan akurasi pengenaan sasaran.Untuk urusan daya tembak, kecepatan tembak (rate of fire) mencapai 400 – 600 proyektil per menit. Sementara kecepatan luncur proyektil bisa melesat hingga 970 meter per detik. Jangkauan tembak efektifnya mencapai 100 – 460 meter. Dengan penyesuaian pada bidikan, jenis peluru dan kondisi lingkungan, jarak tembak maksimumnya bisa mencapai 1.200 – 1300 meter.



Untuk materialny sendiri menggunakan material laras dari baja pilihan yang tahan panas. Untuk mampu melontarkan proyektil terus menerus Hebatnya, Ultimax dapat diganti larasnya tanpa perlu peralatan bantuan. Cukup membuka kunci laras dan menarik laras dengan bantuan carry handle, laras baru bisa dipasang tanpa perlu khawatir tangan melepuh akibat suhu laras yang sangat tinggi membara. untuk mengganti larasnya Pengguna harus memakai sarung tangan termite yang terbuat dari serbuk asbes. Padahal, sarung tangan tersebut mudah hilang, dan yang lebih parah penggunaan serbuk asbes juga dapat menimbulkan risiko kanker paru-paru.



Ultimax sudah malang melintang dalam beberapa laga pertempuran, diantaranya dalam perang di Kroasia, perang di Afghanistan, konflik di Solomon, perang sipil di Sri Lanka, perang di Filipina Selatan, dan Ultimax pun sudah sering turun tangan dalam operasi militer yang dilakukan oleh TNI. Kiprah Ultimax nampak dalam operasi militer menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan penangangan konflik di Maluku.

Tuesday, July 29, 2014

SHARPENED BAMBOO

Indonesian independence in wins with difficulty and sweat bathed in the blood stream. One of the icons of the war of independence is sharpened bamboo. Indonesia's traditional weapons superiority fighter has been proven effective to fight a colonial nation.

 Pointy bamboo is a plant life that thrives in the tropics that is called by the name of Indonesian bamboo, at the beginning of the founding of the nation of Indonesia made of bamboo in arms at the ends of bamboo in runcingkan meant to poke and make cuts resulting in death.

On Tuesday at 12.00 hrs Kliwon October 1945 Kyai R. Sumomihardho, a childhood name Abu Hasan R. Gunardho, first told H. Abdurrahman bin Subchi, known also by the name of H. Baghowi, call the youth Around the Village Laskar form patriot and for weapons to find bamboo "wulung" to be sharpened bamboo. The newly formed Youth karenakan experienced constraints in terms of weaponry. That there is a new sword, knife, klewang, daggers, spears and so on. But these weapons owned by people already limited. Thus, the newly formed team is armed with a tingling (Bamboo sharpened edges). The reason bamboo is readily available everywhere and easy to make. In addition, puncture wounds caused by the prick also more severe consequences to a secret potion Once recovered, then brought directly to the home KR. Sumo mihardho to be prayer or gilded, so there tuahnya which could then be used as a weapon to fight the enemy.

In juridical independence we have achieved it. But the sense of tranquility and peace sebaaimana layajnya a fully independent nation we have not got. Because there are still many obstacles and challenges that must be faced. Specifically ganjalan from Imperialist countries that want to go back clutching Indonesian soil fertile. As a result, a strong reaction from people Indonesiapun arise, to great battles occurred in various regions. Slogan "Independence or death" echoed throughout the arena Earth Motherland, which of course is not asking sacrifice little consequence.

Kyai in mind the constraints, ie, how to make people enthusiastic and confident if armed only with bamboo, could face the enemy and win, by the way before leaving for war bamboo is the wish to create a confidence from the fighters that bamboo owns a privilege and magical, It ended up being a "ritual" is not missed.


Perhaps not excessive if initiated manufacturing sharpened bamboos are known potent than the well-known scholars of the time. Ie CPC. KR. Sumomihardho. Because the role of scholars PARAKAN can not be discharged from the discussion and descriptions contained in this article